Jumat, 20 November 2009

Askep THT

MASTOIDITIS


Batasan :
Infeksi akut dan kronik yang mengenai mukosa dan sel – sel mastoid, yang merupakan kelanjutan dari proses Otitis media akut supuratif yang tidak teratasi.
Etiologi :
Kuman penyebab :
- S. Pneumonie
- S. Aureus
- H.Influenza
Patofisiologi :
Keradangan pada mukosa kavum timpani pada otitis media supuratif akut dapat menjalar ke mukosa antrum mastroid. Bila terjadi gangguan pengaliran sekret melalui aditus ad antrum dan epitimpanum menimbulkan penumpukan sekret di antrum sehingga terjadi empiema dan menyebabkan kerusakan pada sel – sel mastoid.
Diagnosis Banding :
1. Anamnesis :
- Nyeri dan rasa penuh di belakang telinga
- Otorea terus menerus selama lebih dari 6 minggu
- Febris / Subfebris
- Pendengaran berkurang
2. Pemeriksaan :
- Daun telinga terdorong kedepan lateral bawah, sulkus retroaurikuler menghilang (infiltrat/Abses Retroaurikula).
- Nyeri tekanan pada planum mastoid.
- Pada otoskopi tampak :
 Dinding belakang atas MAE menurun (“Sagging”)
 Perforasi membran timpani
 “Reservoir sigh”
 Sekret mukopurulen

3. Pemeriksaan tambahan :
 Pada X foto mastoid Schuller tampak kerusakan sel – sel mastoid (Rongga Empiema)
 Limphadonitis retroauricularis
 Athoroma yang mengalami infokasi
Penyulit :
- Abses subperiosteal (retroaurikula)
- Paresis/paralisis syaraf fasialis
- Labirintitis
- Komplikasi intrakranial : Abses perisinus. Abses ekstra dural, Meningitis, Abses otak.
Terapi :
- Operasi : Mastoidektomi simpel.
- Antibiotik : ampisillin/amoksillin i.v atau oral 4 x 500 – 1000 mg di berikan selama 7 – 10 hari. Untuk yang alergi terhadap ampisillin / amoksillin dapat di berikan Eritromisin dengan dosis 3 – 4 x 500 mg, selama 7 – 10 hari.
- Analgesik / Antipiretik : Parasetamol / Asetosal / Metampiror bila diperlukan.

ASUHAN KEPERAWATAN

PENGKAJIAN
Keluhan yang spesifik :
- Adanya nyeri dan rasa penuh di belakang telinga
- Otorea terus menerus selama lebih dari 6 minggu
- Febris / Subfebris
- Pendengaran berkurang
4. Pemeriksaan :
- Daun telinga terdorong kedepan lateral bawah, sulkus retroaurikuler menghilang (infiltrat/Abses Retroaurikula).
- Nyeri tekanan pada planum mastoid.
- Pada otoskopi tampak :
 Dinding belakang atas MAE menurun (“Sagging”)
 Perforasi membran timpani
 “Reservoir sigh”
 Sekret mukopurulen
5. Pemeriksaan tambahan :
 Pada X foto mastoid Schuller tampak kerusakan sel – sel mastoid (Rongga Empiema)
 Limphadonitis retroauricularis
 Athoroma yang mengalami infokasi

DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Nyeri sehubungan dengan proses peradangan
2. Gangguan sensori / presepsi sehubungan dengan kerusakan pada telinga tengah
3. Intoleransi aktifitas sehubungan dengan nyeri
4. Ansietas sehubungan dengan kurangnya pengetahuan mengenai pengobatan dan pencegahan kekambuhan
5. Isolasi sosial sehubungan dengan penurunan pendengaran
6. Resiko tinggi trauma sehubungan dengan gangguan presepsi pendengaran
7. Kurangnya pengetahuan mengenai pengobatan dan pencegahan kekambuhan

INTERVENSI KEPERAWATAN
Memberikan rasa nyaman
1. Mengurangi rasa nyreri
 Beri aspirin/analgesik sesuai instruki
 Kompres dingin di sekitar area telinga
 Atur posisi
 Beri sedatif sesuai indikasi
A. Mencegah penyebaran infeksi
 Ganti balutan tiap hari sesuai keadaan
 Observasi tanda – tanda infeksi lokal
 Ajarkan klien tentang pengobatan
 Amati penyebaran infeksi pada otak :
Tanda vital, menggigil, kaku kuduk.
B. Monitor gangguan sesori
 Catat status pendengaran
 Ingatkan klien bahwa vertigo dan nausea dapat terjadi setelah radikal mastoidectomi karena gangguan telinga dalam. Berikan tindakan pengamanan.
 Perhatikan droping wajah unilateral atau mati rasa karena perlukaan (injuri) saraf wajah.
C. H.E
 Ajarkan klien mengganti balutan dan menggunakan antibiotik secara kontinu sesuai aturan
 Beritahu komplikasi yang mungkin terjadi dan bagaimana melaporkannya
 Tekankan hal – hal yang penting yang perlu di follow up,evaluasi pendengaran
D. Terapi medik
 Antibiotik dan tetes telinga : Steroid
 Pengeluaran debris dan drainase pus untuk melindungi jaringan dari kerusakan : miringotomy
E. Interfensi bedah
 Indikasi jika terdapat chaolesteatoma
 Indikasi jika terjadi nyeri, vertigo,paralise wajah, kaku kuduk, (gejala awal meningitis atau obses otak)
 Tipe prosedur
 Simpel mastoid decstomi
 Radical mastoiddectomi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar