Senin, 07 Desember 2009

Home Care
BAB I
PENDAHULUAN

Untuk mewujudklan Indonesia sehat 2010, penyelenggaraan pembangunan kesehatan tersebut perlu didukung antara lain oleh pengembangan sumber daya tenaga kesehatan dari masyarakat dan pemerintah yang memadai. Pelayanan keperawatan adalah bentuk pelayanan professional yang merupakan bagian dari pelayanan kesehatan yang didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan, yang mencakup biopsikososio spiritual yang komprehensif ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat. Pada awalnya focus perawatan hanya dilakukan di rumah sakit saja. Pasien setelah pulang dianggap sembuh dan tidak perlu perawatan lanjutan.
Yang melatarbelakangi terciptanya Home Healt Nursing atau Home Care adalah semakin meningkatnya populasi usia, meningkatnya insiden penyakit degeneratif (seperti: stroke, DM); semakin pendeknya LOS akibat menurunnya kemampuan ekonomi masyarakat dan efisiensi manajemen rumah sakit; keluarga merupakan sumber penting dalam proses kesembuhan pasien; kemajuan IPTEK memungkinkan dilakukan perawatan pasien tertentu di rumah; bentuk praktek mandiri perawatan; meningkatkan penyerapan lulusan pendidikan keperawatan.












BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. PENGERTIAN
Home Care adalah pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien setelah dirawat di rumah sakit serta masyarakat umum yang dilakukan di rumah.Home Care juga diartikan pelayanan keperawatan dan pengobatan yang dilaksanakan di rumah bagi pasien yang oleh karena keadaan fisiknya tidak memungkinkan datang ke rumah sakit.
Home Care adalah suatu komponen rentang pelayanan kesehatan berkesinambungan dan komprehensif yang diberikan kepada individu dan keluarga ditempat tinggal mereka. Menurut Waroka dalam Smith dan Maurier (1995, hal 778), Home Care adalah pelayanan yang diberikan sesuai kebutuhan klien dan keluarga yang direncanakan. Disediakan dan dikoordinir oleh pemberi pelayanan yang mempunyai kewenangan untuk memberikan keperawatan di rumah, melalui staf yang dipekerjakan, pengaturan berdasarkan kontrak yang disepakati atau kombinasi keduanya.
Home Care mencakup pelayanan yang diberikan oleh perawat-perawat dan pembantu perawat terhadap individu sakit atau tidak mampu, juga mencakup terapi fisik, nutrisionis, dokter. Asuhan kesehatan pasien dapat dikoordinasikan oleh dokter atau perawat (Ringsuen M.K dan Joroenby BM,1998,hal 64). Sedangkan menurut Care Givers dalam ANA (1992) Home Care merupakan sintesa dari keperawatan kesehatan komunitas dan ketrampilan teknikal tertentu berasal dari berbagai spesialis keperawatan. Melibatkan sasaran atau agresif keperawatan mencakup prevensi, primer, sekunder, tersier fokus pada asuhan individu dengan melibatkan keluarga atau pemberi pelayanan/asuhan yang lain.
Home Health care merupakan sistem pelayanan kesehatan dan pelayanan sosial diberikan di rumah kepada orang cacat atau yang tinggal di rumah karena kondisi kesehatannya (Neis dan Mc Ewen,2001).
Home Health Care juga diartikan sebagai komponen rentang pelayanan kesehatan dimana pelayanan diberikan kepada individu dan keluarga di tempat tinggalnya (US Dept. Of Comercee and International Trade Administration, 1990 dalam Ewen, 1998).
Home Health Care berbentuk pelayanan kesehatan yang ebrkesinambungan dan komprehensif yang diberikan kepada individu dan keluarga ditempat tinggal mereka (DEPKES,2002)
Home Health Care merupakan ketentuan tentang pelayanan profesional dan para profesional, dan peralatan yang berhubungan secara medis untuk klien dan keluarga di tempat tinggalnya untuk memelihara kesehatan, pendidikan, pencegahan penyakit, diagnosa dan pengobatan penyakit, paliasi dan rehabilitasi. (Potter & Perry, 2005).

B. TUJUAN
Home Care bertujuan untuk :
meningkatkan, yang maksimal dan meminimalkan akibat dari penyakit
Untuk mempertahankan (promoting), memperbaiki (restoring) kesehatan.
Memaksimalkan kemandirian, meminimalkan efek samping kecatatan dan penyakitnya termasuk penyakit terminal
Meningkatkan, mempertahankan/ memulihkan kesehatan
Memaksimalkan tingkat kemandirian dan meminimalkan akibat dari penyakit

C. DASAR HUKUM
SK 1239/Menkes/SK/XI/2001 tentang praktek keperawatan;
1. melakukan asuhan keperawatan
Pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, melaksanakan tindakan dan evaluasi keperawatan.
2. tindakan keperawatan
Intervensi keperawatan, observasi keperawatan, pendidikan dan konseling kesehatan.
3. sesuai standar asuhan dari organisasi profesi.
4. pelayanan tindakan medik hanya atas dasar permintaan tertulis dokter

D. PENINGKATAN TUNTUTAN PERAWATAN DI RUMAH
Perawatan di rumah telah berkembang menjadi suatu bidang yang menantang dan tumbuh dengan pesat. Karena perkembangan ekonomi, sosial pemerintahan dan teknologi akhir-akhir ini, maka profesi perawatan di rumah memberi perawatan untuk klien yang kondisi penyakitnya lebih parah, yang pulang dari rumah sakit sebelum waktunya, dan untuk klien yang membutuhkan perawatan denagn teknik yang tinggi dan peralatan yang lebih kompleks dari sebelumnya.
Hal ini yang mendorong tuntutan yang lebih terhadap pelayanan perawatan restoratif dan perawatan di rumah adalah meningkatnya jumlah lansia dan orang yang menderita penyakit kronik, kemajuan teknologi perawatan di rumah, dan perpecahan dalam keluarga. Sebagian besar rumah tangga membutuhkan dua jenis pendapatan, yang menyebabkan lebih sedikit anggota keluarga yang harus tinggal di rumah untuk merawat lansia dan orang yang lumpuh. Penyakit klien akan menjadi lebih akut saat klien pulang dari rumah sakit dan membutuhkan perawatan yang lebih intensif.

E. TIPE PELAYANAN KESEHATAN DIRUMAH
1. Profesional
Praktek keperawatan profesional berdasarkan standart profesi dan ketentuan hukum/ regulasi, landasan teori ilmiah yang dikembangkan melalui penelitian/ fakta (Evidence Based) diberikan perawat profesional yang memiliki izin praktik (lisensi) dan sertifikat, dikenal dengan ”Home Health Nursing”.


2. Teknikal
Pelayanan kesehatan dirumah diberikan sesuai produk (hasil yang ditawarkan klien masyarakat), berupa peralatan atau non keperawatan (Humphrey, 1998 dikutip dari Smith dan Maurier, 1995, hal.778)

F. PRINSIP-PRINSIP HOME CARE
1. memberikan asuhan keperawatan berkualitas pada pasien di lingkungan rumahnya dengan waktu intermiten atau parttime
2. keluarga/ care giver, lingkungan rumah. Komunitas: elemen kritikal keberhasilan rencana asuhan keperawatan
3. prinsip praktik: nilai efektif dan kualitas pelayanan, tatanan lebih kondusif mencapai kepuasan pasien.
4. keberhasilan manajemen self care di rumah sangat ditentukan oleh kooperatif dan kebulatan tekad pasien dan care giver untuk hidup sehat
5. kualitas asuhan pasien, pendidikan multi disiplin, case manager
6. menyediakan restorasi, rehabilitasi dan palliative, promotion
7. mendidik pasien/ care giver tentang penyakit, ketidakmampuan identifikasi kebutuhan pelayanan kesehatan, self care management
8. Mengembangkan kompetensi pasien/ care giver: pengambilan keputusan dan penilaian dalam manajemen self care at home
9. Membantu penyesuaian (+), mekanisme koping terhadap perubahan gaya hidup, peran dan konsep diri sebagai hasil dari sakit dan ketidakmampuan.
10. Mengintegrasikan kembali pasien/ care giver dalam sistem pendukung keluarga, masyarakat, sosial.

G. LINGKUP PRAKTEK KEPERAWATAN DI RUMAH
1. Meklakukan keperawatan langsung, profesional dan komprehensif
2. Melakukan dokumentasi pelayanan yang telah diberikan
3. Pengelolaan dan manajer kasus dan koordinator pelayanan
4. Pelayanan diberikan di rumah, waktu frekuensi dan lama disepakati bersama, diperoleh melalui rujukan atau permintaan langsung
5. Menentukan biaya pelayanan atau asuhan dengan siapa yang bertanggung jawab pembiayaan
6. Pelayanan kesehatan di rumah disediakan oleh:
a. Public Health Agencies
b. Propretary Agencies
c. Hospital-Based Program
7. Regulasi
a. Lisensi
b. Beberapa agensi ” Medicare certifield”
c. Akreditasi

H. KEUNTUNGAN DARI PELAYANAN HOME CARE
1. Bagi klien
a. Pelayanan akan lebih sempurna, holistic dan komprehensif
b. Pelayanan lebih profesional
c. Pelayanan keperawatan mandiri bisa diaplikasikan dengan di bawah naungan legal dan etik keperawatan
d. Kebutuhan klien akan dapat terpenuhi sehingga klien akan lebih nyaman dan puas dengan asuhan keperawatan yang profesional
2. Bagi Institusi Pelayanan Kesehatan
a. Untuk rumah sakit: tidak kehilangan konsumendan selalu terkontrol
b. Pelaksanaan pemberian keperawatan mudah terkontrol dan terkendali
c. Pengkoordinasian pelayanan kesehatan lebih terarah
d. Cost control dapat dilakukan serta dapat melakukan penghematan biaya pelayanan
3. Bagi Pendidikan Keperawatan
a. Merupakan lahan praktek mandiri untuk role model bagi mahasiswa keperawatan
b. Lahan atau area penelitian keperawatan untuk pengembangan ilmu keperawatan
c. Merupakan area untuk penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi
I. KLIEN YANG MENERIMA PELAYANAN HOME CARE
1. Prasyarat
a. Mempunyai keluarga/ pihak lain yang akan bertanggung jawab atau menjadi wali dari pendamping bagi klien dalam berinteraksi dengan pengelola maupun klien
b. Bersedia menandatangani persetujuan (informed consent) setelah syarat-syaratnya disepakati bersami
c. Bersedia melakukan perjanjian kerja dengan pengelola perawatan kesehatan di rumah untuk memenuhi kewajiaban, tanggung jawab dan haknya dalam menerima pelayanan.
2. Klien/ sasaran
a. Penyakit kronik multisistem
b. Kondisi terminal pada keganasan
c. Kondisi kronis pada usia pasca rawat inap
d. Bayi sehat atau premature, pasien pasca melahirkan
3. Kriteria
a. Perlu bantuan perawatan khusus yang tidak mampu dikerjakan klien
b. Ada harapan perbaikan dari kondisi kesehatan klien dalam
c. Ingin mengetahui tingkat kemajuan kesehatan klien
d. Ingin mengetahui cara pencegahan dan peningkatan kesehatn klien

J. MEKANISME HOME CARE
1. Pasien atau klien pasca rawat inap atau rawat jalan harus diperiksa terlebih dahulu oleh dokter untuk menentukan apakah secara medis layak untuk dirawat di timpat tinggal mereka atau tidak.
2. Pengkajian oleh koordinator kasus, bersama-sama klien dan keluarga akan melakukan perencanaan dan membuat kesepakatan mengenai pelayanan apa saja yang akan diterima oleh klien.
3. Selanjutnya klien akan menerima pelayanan dari pelaksana pelayanan. Pelayanan dikoordinir dan dikendalikan oleh koordinator kasus.
4. Secara periodik koordinator kasus akan melakukan monitor dan evaluasi tentang pelayanan yang diberikan dan dilaksanakan apakah sudah sesuai dengan kesepakatan atau belum.

K. KLASIFIKASI PERAWAT HOME HEALTH CARE (ANA, 1986)
1. Perawat generalis (S1)
Tugas:
a. Memberikan askep kepada individu atau keluarga
b. Berpartisipasi dalam program menjaga mutu pelayanan
Ketrampilan yang harus dimiliki:
a. Pengkajian kesehatan, mendiagnosa masalah bio-psiko-sosio-kultural, pendidikan kesehatan, konseling, merujuk kepada tim kesehatan lain.
b. Teknologi keperawatn yang tinggi
2. Perawat spesialis Home Health Nursing
Tugas:
a. Kontribusi keahlian dalam pelayanan (HHC)
b. Membuat kebijakan kesehatan dan sosial, implementasi dan evaluasi program kesehatan

L. KOMPETENSI PERAWAT HOME CARE
1. Beberapa peran perawat untuk keperawatan dirumah mencakup:
a. Pemberian pelayanan keperawatan (care giver)
b. Pemberian Advokasi pada klien dan keluarga (advocate)
c. Mengkoordinir pelayanan dan pengelolaan kasus (coordinator)
d. Melakukan negosiasi (brober: stewardship)
e. Melakuakn inovasi (innovator)
f. Berperan sebagai anggota profesi keperawatan
2. Kompetensi perawat sebagai pengelola keperawatan
3. sebagai manajer kasus, perawat mempunyai tugas mengelola asuhan keperawatan pada klien dan keluarga di rumah secara efektif dan efisien
4. Perawat sebagai pelaksana asuhan keperawatan di rumah mempunyai tugas memberikan asuhan keperawatan langsung kepada klien dan keluarga di rumah.
5. sebagai agen pembaharu (change agent)
6. perawat sebagai peneliti dalam pelayanan keperawatan di rumah

M. PELAYANAN HOME CARE
1. Bentuk
a. Mandiri
b. Kolaborasi dengan tim kesehatan lain
2. Jenis
Promotif, kuratif, preventif, rehabilitatif:
a. Cek up
b. Perawatan di tempat tidur
c. Rehabilitasi
d. Konsultasi gizi
e. Pemeriksaan dokter umum/ spesialis
f. Bimbingan rohani
g. Pemeriksaan penunjang (Lab, EKG)
3. Cakupan pelayanan Home Health Care menurut ANA:
a. Keperawatan medical bedah
b. Keperawatan jiwa dan kesehatan mental
c. Keperawatan Gerontology
d. Keperawatan komunitas
e. Keperawatan anak
f. Keperawatan maternitas
(Mc Ewen, 1998: 163)
4. Fase-fase HHC (aktivitas perawat) menurut Smith (1995) :
a. Fase permulaan atau perkenalan
Perkenalan diri (keadaan umum, lingkungan sosial, klien dan keluarga) dan tujuan pelaksanaan HHC.
Kaji discharge planing dan lingkungan.
Siapkan intervensi, sesuaikan denagn prinsip septik dan aseptik (misalnya: cuci tangan, dsb).
b. Fase implementasi
Pengkajian: head to toe, sistem organ: bio psiko social.
Gunakan form yang ada dan dengan bahasa yang sederhana
Intervensi dan pelaksanaan prosedur: ganti balut, pasang kateter, pemasangan infus: perhatikan infeksi nosokomial.
Pendidikan kesehatan: informasi, latihan prosedur, dsb.
c. Fase terminasi
Evaluasi respon klien
Resume kegiatan keperawatan
Ingatkan tentang kedaruratan yang mungkin terjadi dan penanganannya.
Kontrak untuk kunjungan yang akan datang atau kolaborasi dengan tim kesehatan.
d. Aktivitas post visit
Komunikasi: melaporkan hasil kajian kepada pihak yang bersangkutan (puskesmas, dari yang merawat, dsb) dan pihak terkait: kolaborasi.
Dokumentasi lengkap, konsisten dan akurat: aspek legal.

N. PERIZINAN INSTITUSI HOME CARE
Bagi pengelola yang akan mendirikan asuhan home care, prasyarat yang harus dipenuhi adalah:
1. Berbadab hukum
2. Mendapat izin untuk mengelola home care dari Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota setempat
3. Mempunyai kantor dengan alamat yang jelas


4. Mempunyai sarana komunikasi telepon dan faxsimile dan atau sarana komunikasi melalui internet.
5. Memiliki SIP, SIK dan SIPP.

O. PERALATAN YANG DIBUTUHKAN OLEH HOME CARE NURSE
Sebuah tas besar yang mudah disandang dengan berisikan:
1. Alat-alat kedokteran seperti:
a. Sabun desinfektan dan alkohol pencuci tangan
b. Stetoskop
c. Spigmomanometer
d. Termometer oeral/ raktal atau aksila yang tertutup dengan aman
e. Lampu baterai
f. Alat pengukur (metline)
g. Kapas alkohol
h. Sarung tangan tidak steril
i. Gaun/ apron yang bersih
j. Lab bersih yang menyerap air
k. Masker
l. Sarung tangan steril (tiga atau empat pasang)
m. Alat-alat ganti balutan steril
n. Alat-alat untuk menyuntik
o. Glukometer dan steril
p. Glukometer dan strip
q. Spesimen laboratorium steril
r. Gunting balutan
s. Korset/ steawenk
t. Kantung-kantung untuk sampah serta tempat pembuangan alat-alat tajam
2. Alat-alat lain
a. Peta kota
b. Dokumen-dokumen atau formulir-formulir yang diperlukan
c. Formulir laboratorium
d. Materi penyuluhan kesehatan
e. ”pocket book” tentang obat-obatan sebagai referensi
f. ”pocket book” tentang intervensi sebagai referensi
g. Kantung plastik yang diperlukan

P. HAK-HAK KLIEN DALAM HOME CARE
1. Klien mempunyai hak untuk diberi informasi secara tertulis sebelum pengobatan diberikan
2. Klien dan petugas mempunyai hak dan kewajiban untuk saling menghargai dan menghormati
3. Petugas dilarang menerima pemberian pribadi maupun meminjam sesuatu dari klien
4. Klien mempunayi hak untuk
a. Membina hubungan dengan petugas sesuai denagn stendar etik
b. Memperoleh informasi tentang prosedur-prosedur yang harus diikuti
c. Mengekspresikan kesedihan dan ketakutannya
5. Klien mempunyai hak dalam pengambilan keputusan.
6. Klien mempuyai hak untuk memperoleh nasehat-nasehat tentang rencana-rencana perubahan yang akan dilakukan.
7. Mempunyai hak untuk berpartisipasi dalam perencanaan pelayanan.
8. Mempunyai hak untuk menolak rencana perubahan tersebut.
9. Dalam hal ”privacy”, klien mempunyai hak untuk dijaga untuk kerahasiaan kondisi kesehatanya, sosial ekonomi serta hal-hal yang dilakukan dirumahnya.
10. Perawat/ petugas ”home care” hanya akan memberikan informasi bila diperlukan secara hukum atau bila di perlukan oleh klien atau keluarganya.
11. Dalam hal finansial, klien mempunyai hak untuk diberi informasi tentang biaya tyang harus dikeluarkan.
12. Klien mempunyai hak untuk memperoleh pelayanan dengan kualitas tinggi dan berhak mendapat informasi dengan keadaan-keadaan emergensi.
Q. MANAJEMEN PERAWATAN KESEHATAN DI RUMAH
Sebagian besar direktur, manajer, dan pengawas lapangan pada kebanyakan perawatan di rumah adalah perawat yang memiliki keahlian dalam administrasi dan pengalaman dalam praktik perawatan di rumah. Mereka berperan sebagai penghubung yang vital antara pemberi pelayanan, klien, dokter, sumber di masyarakat, anggota dewan penasehat, dan lembaga pengatur dan pemberi penggantian biaya. Dalam kaitannya dengan pengelolaan klinik dan tenaga, mereka bertanggung jawab untuk mengatur keuangan, jaminan kualitas dan pengembangan program. Pengelolaan perawatan di rumah perlu memiliki kemampuan yang kuat untuk meningkatkan keunggulan stafnya sambil menahan biaya dan mengikuti pedoman peraturan dan penggantian biaya.

R. AKTIVITAS PENELITIAN DAN PENDIDIKAN
Sebagian besar perawat yang ada di lembaga perawatan di rumah terlibat dalam beberapa aktivitas pendidikan. Sesungguhnya, fokus utama keperawatan di rumah adalah memberi pendidikan klien dan keluarga yang bertujuan untuk meningkatkan perawatan diri dan kemandirian klien dan keluarga. Perawat menentukan kemampuan dan kebutuhan untuk klien dan keluarga, mengembangkan dan mengimplementasikan rencana pengajaran yang bersifat individual, dan mengevaluasi keberhasilan klien dalam mencapai sasaran pembelajaran. Kunjungan rumah yang sering memungkinkan perawat untuk melakukan evaluasi apakah klien berhasil menerapakan pengetahuan yang baru tentang cara mempraktikan kesehatan.
Sebagian besar lembaga perawatan di rumah melakukan koordinasi aktivitas pendidikan staf, termasuk orientasi, konferensi kasus, lokakarya kerja bulanan, dan kursus pengkajian fisik. Lokakarya tentang peklayanan khusus juga merupakan aktifitas yang penting bersamaan dengan perawatan di rumah yang semakin bersifat teknik dan intensif.
Perawat yang memberi pelayanan di rumah juga harus mengetahui cara menyelesaikan masalah. Biasanya perawat datang ke rumah klien untuk menemukan ketidakadaan sumber. Pengelola dan staf lapangan harus mempunyai keterampilan untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan lebih jauh masalah tersebut menjadi aktivitas penelitian yang lebih resmi.

S. TANGGUNG JAWAB LEGAL DAN ETIS
Secara legal perawat dapat melakukan aktivitas keperawatan mandiri berdasarkan pendidikan dan pengalaman yang di miliki. Perawat dapat mengevaluasi klien untuk mendapatkan pelayanan perawatan di rumah tanpa program medis tetapi perawatan tersebut harus diberikan di bawah petunjuk rencana tindakan tertulis yang ditandatangani oleh dokter. Perawat yang memberi pelayanan di rumah membuat rencana perawatan dan kemudian bekerja sama dengan dokter untuk menentukan rencana tindakan medis.
Isu legal yang paling kontroversial dalam praktik perawatan di rumah antara lain mencakup hal-hal sebagai berikut:
1) Resiko yang berhubungan dengan pelaksanaan prosedur dengan teknik yang tinggi, seperti pemberian pengobatan dan transfusi darah melalui IV di rumah.
2) Aspek legal dari pendidikan yang diberikan pada klien seperti pertanggungjawaban terhadap kesalahan yang dilakukan oleh anggota keluarga karena kesalahan informasi dari perawat.
3) Pelaksanaan peraturan Medicare atau peraturan pemerintah lainnya tentang perawatan di rumah.
Karena biaya yang sangat terpisah dan terbatas untuk perawatan di rumah, maka perawat yang memberi perawatan di rumah harus menentukan apakah pelayanan akan diberikan jika ada resiko penggantian biaya yang tidak adekuat. Seringkali, tunjangan dari Medicare telah habis masa berlakunya sedangkan klien membutuhkan perawatan yang terus-menerus tetapi tidak ingin atau tidak mampu membayar biayanya. Beberapa perawat akan menghadapi dilema etis bila mereka harus memilih antara menaati peraturan atau memenuhi kebutuhan untuk klien lansia, miskin dan klien yang menderita penyakit kronik. Perawat harus mengetahui kebijakan tentang perawatan di rumah untuk melengkapi dokumentasi klinis yang akan memberikan penggantian biaya yang optimal untuk klien.

T. PERENCANAAN PULANG
Perencanaan pulang merupakan fungsi utama dari sebagian besar lembaga perawatan di rumah khususnya mereka yang bergabung dengan rumah sakit. Perawat mengikuti ronde perencanaan pulang dan berkonsultasi dengan staf medis, keperawatan, dan kerja sosial di rumah sakit dan di klinik. Perawat memberi fasilitas akses kepada semua pelayanan dan peralatan yang diperlukan untuk perawatan di rumah saat klien pilang dari rumah sakit atau klinik. Pengkajian yang menyeluruh dan pengkajian data yang dilakukan oleh koordinator sebelum klien pulang akan membantu pelaksanaan perawatan yang berkesinambungan.


BAB III
KESIMPULAN

Home health care merupakan pelayanan kesehatan yang holistik dengan mempertimbangkan aspek bio, psiko, sosial, spiritual dan ekonomi secara komprehensip dengan mengutamakan kepentingan dan kepuasan klien yang dilaksanakan secara efektif dan efisien. Home care merupakan upaya terbaik bagi klien penyakit kronis dan lain-lain untuk meningkatkan dan mempertahankan kemampuan individu secara optimal. Home care nursing banyak manfaat yang dapat diperoleh yaitu hemat dalam biaya, waktu, tenaga dan pikiran. Sebagai praktek lahan kemandirian profesi dituntut kemampuan profesional. Dengan kemajuan masyarakat, kode etik dan standar profesi harus sebagai daar dalam melaksanakan tugas sebagai profesi. Diperlukan team kesehatan yang solid untuk memberikan pelayanan yang komprehensif dan paripurna,

DAFTAR PUSTAKA

Syamsudin, 2005. Makalah Seminar Alternatif Model Keperawatan Home Health Care. Akper Karya Bakti Nusantara Magelang : Magelang.
Werdati, Sri, 1999. Home Care Dan Homeservice, Makalah Seminar Implementasi Dan Praktik Keperawatan Mandiri. Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas muhammadiyah Yogyakarta : Yogyakarta.
Potter & Perry. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan. Jakarta: EGC.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar